Meninggal Jelang Tengah Malam, Ini 5 Kejanggalan Kematian Suzanna

(function ($) {
var bsaProContainer = $(‘.bsaProContainer-29′);
var number_show_ads = “0”;
var number_hide_ads = “0”;
if ( number_show_ads > 0 ) {
setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeIn(); }, number_show_ads * 1000);
}
if ( number_hide_ads > 0 ) {
setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeOut(); }, number_hide_ads * 1000);
}
})(jQuery);

SURATKABAR.ID – Penikmat film horor kembali dimanjakan dengan hadirnya film ‘Bernapas di Dalam Kubur’ yang dibintangi oleh Luna Maya.
Film ini juga menghidupkan kembali sosok Ratu Horor Indonesia, Suzanna. Artis cantik ini memang dikenal dengan aktingnya yang totalitas di setiap film yang dibintanginya.
Riasan mata tebal dengan tatapan yang tajam menjadi ciri khas Suzanna. Tak ayal, ia selalu berhasil membuat penonton bergidik ngeri dan ketakutan.
Namun, pada 15 Oktober 2008 silam, Suzanna meninggal secara misterius. Kematian artis yang telah membintangi 41 judul film ini menimbulkan tanda tanya besar di masyarakat.
Baca juga: Serupa Rosmah Mansor, 4 Ibu Negara Ini Terkenal Suka Foya-foya
Tak sedikit yang bertanya-tanya mengenai kematian Suzanna, termasuk pihak keluarga. Namun, seperti dilansir dari tribunnews.com, Jumat (28/9/2018), berikut 5 kejanggalan yang terjadi di hari kematiannya.
1. Pihak keluarga tak tahu kematian Suzanna
Tepat dua hari setelah merayakan ulang tahun ke-66, Suzanna meninggal jelang tengah malam, pada 15 Oktober 2008 sekitar pukul 23.15 WIB di Magelang.
Jenazahnya domakamkan di TPU Giriloyo keesokan harinya pada pukul 09.30 WIB.
Namun, pihak keluarga, yakni anak-anak Suzanna dan keluarga besar Clift Sangra sama sekali tak mengetahui kematian Suzanna. Bahkan, Kiki Maria mengetahui kematian ibunya melalui media massa.
(function ($) {
var bsaProContainer = $(‘.bsaProContainer-7’);
var number_show_ads = “0”;
var number_hide_ads = “0”;
if ( number_show_ads > 0 ) {
setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeIn(); }, number_show_ads * 1000);
}
if ( number_hide_ads > 0 ) {
setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeOut(); }, number_hide_ads * 1000);
}
})(jQuery);

Clift sendiri mengaku bahwa Sang istri berwasiat tak ingin kematiannya diketahui orang-orang.
2. Rumah digembok dan gelap gulita
Setelah kematian Suzanna, Clift langsung menutup rapat rumahnya dan membuatnya gelap gulita tanpa lampu. Bahkan, pihak keluarga tak diizinkan berkunjung ke rumah tersebut.
Hingga kini, tak diketahui alasan Clift menutup rapat rumahnya dan melarang keluarga Suzanna masuk dalam rentang waktu yang sangat lama.
3. Tidak ada misa maupun doa setelah kematian Suzanna
Menurut Kiki Maria, setelah kematian sang ibu tak ada misa atau doa digelar di rumah Suzanna. Begitu pula setelah tiga hari, tujuh hari, dan 40 hari kematiannya.
4. Kematian yang sangat mendadak
Dalam keterangannya, Clift menyebut bahwa sang istri meninggal tiba-tiba setelah minum susu di malam hari. Awalnya, ia dan Suzanna sempat berbincang.
Namun, Clift kemudian menghubungi dokter pribadinya ketika melihat tanda-tanda kematian sang istri. Selain itu, dr. Mia Pramudianti dan suaminya dr. Hasman Budiono juga telah melakukan visum et repertum untuk memastikan kematian Suzanna.
Kapolresta Magelang, AKP Purwanto Har Widodo juga mengungkapkan bahwa kematian Suzanna wajar. Menurutnya, dokter pribadi Clift menyatakan Suzanna meninggal karena penyakit diabetes yang dideritanya.
5. Perseteruan Clift dan anak Suzanna
Anak Suzanna, Kiki Maria sempat melaporkan Clift dengan tuduhan penembakan terhadap suaminya, Abriyarso. Kasus penembakan ini disebut-sebut ada kaitannya dengan warisan Suzanna yang akan dibagi-bagi pada anaknya.
Bahkan, muncul isu bahwa Clift sengaja menyewapembunuh bayaran dan memberi imbalan sebesar Rp 50 juta untuk menghabisi sang istri.