Ratusan Orang Jadi Korban Gempa Tsunami Palu, Ramalan Mbah Mijan Kembali Terbukti?

(function ($) {
var bsaProContainer = $(‘.bsaProContainer-29’);
var number_show_ads = “0”;
var number_hide_ads = “0”;
if ( number_show_ads > 0 ) {
setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeIn(); }, number_show_ads * 1000);
}
if ( number_hide_ads > 0 ) {
setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeOut(); }, number_hide_ads * 1000);
}
})(jQuery);

SURATKABAR.ID – Mbah Mijan dikenal sebagai salah satu paranormal populer di Indonesia. Ia juga kerap meramalkan kondisi Indonesia di masa yang akan datang.
Biasanya, Mbah Mijan membagikan ramalannya melalui cuitan di Twitter, maupun postingannya di Instagram.
Kini, Gempa 7,7 SR yang terjadi di Donggala dan tsunami yang terjadi di Palu kembali dikaitkan dengan ramalan Mbah Mijan. Bencana yang memakan ratusan korban jiwa ini, disebut-sebut telah diprediksi oleh Mbah Mijan.
Di postingan terbarunya, Mbah Mijan berharap tsunami di Palu bisa segera berlalu. Namun, ia juga mengunggah tangkapan layar sebuah berita bertanggal 30 Januari 2018.
“Ya Allah, semoga tsunami Palu segera berlalu,” tulis Mbah Mijan di InstaStory, seperti dilansir dari wowkeren.com, Sabtu (29/8/2018).
Baca juga: Memalukan! Politikus Golkar Ini Tertangkap Minta Jatah Dana Rehabilitasi Gempa Lombok
Dalam InstaStory tersebut, Mbah Mijan menyematkan foto tangkapan layar artikel yang diterbitkan oleh tribunsumsel.com, “Posting Ramalan Gerhana Bulan Total, Mbah Mijan Sebut Gejolak Alam akan Terjadi Hingga Tsunami”.
Dalam artikel tersebut, Mbah Mijan menuliskan soal Gerhana Bulan yang diprediksi bakal terjadi pada 31 Januari 2018. Menurutnya, gerhana tersebut merupakan fenomena alam langka. Tapi, di sisi lain juga bisa diartikan sebagai pertanda gejolak laut.
“Gerhana Bulan diprediksi akan terjadi pada tanggal 31 Januari 2018, fenomena alam yang langka bisa dijadikan moment berharga tapi juga bisa diartikan sebagai pertanda gejolak laut,” katanya pada 29 Januari 2018 lalu.
(function ($) {
var bsaProContainer = $(‘.bsaProContainer-7’);
var number_show_ads = “0”;
var number_hide_ads = “0”;
if ( number_show_ads > 0 ) {
setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeIn(); }, number_show_ads * 1000);
}
if ( number_hide_ads > 0 ) {
setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeOut(); }, number_hide_ads * 1000);
}
})(jQuery);

Ia pun meminta semua pihak untuk mengantisipasinya. Sebab, bisa jadi sebuah bencana besar akan terjadi.
“Orang dulu percaya setiap akan terjadi sesuatu alam selalu memberi tanda, layaknya petir yang tidak datang setiap waktu tapi halilintar selalu ada saat musim hujan tiba, bahkan sedahsyat-dahsyatnya Tzunami, Tuhan tetap berikan tanda dengan menyurutnya air laut secara tiba-tiba,” tulis Mbah Mijan.
Sementara itu, pada postingannya di Twitter pada Jumat (28/9/2018), ia sempat berharap tak ada tsunami yang terjadi.
“Mari berdoa untuk bencana #Gempa di Donggala Guys
Insyaallah tidak ada tzunami yang terjadi, mudah-mudahan “peringatan tzunami” cepat berlalu, Amiin. #PrayForDonggala,” tulis Mbah Mijan di Teitter.