“Barang” Impor di Balik Kejayaan 4 Tim Inggris di Eropa

Football5star.com, Indonesia – Empat tim Inggris berhasil mencetak sejarah untuk kali pertama menjadi finalis kompetisi Eropa, Liga Champions dan Liga Europa. Liverpool vs Tottenham dan Arsenal vs Chelsea jadi capaian terbaik kiprah tim Inggris di kompetisi Eropa selama ini.


Thursday January 01, 1970

Lolosnya empat tim Inggris ke final kompetisi Eropa sebenarnya tak bisa dilepaskan dari peran pemain dan pelatih impor mereka. Keempat tim yang lolos misalnya sama-sama dilatih oleh empat pelatih non Inggris.


Thursday January 01, 1970

Jurgen Klopp di Liverpool, Maurico Pochettino di Tottenham, Unai Emery di Arsenal, serta Maurizio Sarri di Chelsea. Peran besar keempatnya tentu juga ditopang oleh staf kepelatihan yang mereka miliki.


Thursday January 01, 1970

Staf pelatih

Faktanya, di jajaran kepelatihan empat tim Inggris ini, hanya Arsenal yang tercatat memiliki orang asli Inggris. Ialah Steve Bould dan Sal Bibbo yang masuk di staf kepelatihan Unai Emery.


Thursday January 01, 1970

Nama Steve Bould bagi suporter Arsenal tidak terlalu asing. Ia adalah mantan bek tim Meriam London di era 80-an. Bould tercatat telah melakoni 287 pertandingan dan mencetak 5 gol.

Sebagai pemain, ia pernah antarkan Arsenal menjadi juara Liga Inggris musim 1997/98. Sementara Sal Bibbo yang menjadi pelatih kiper Arsenal musim ini merupakan mantan kiper Sheffield United.

thesun.co.uk

Jika Arsenal masih memiliki orang asli Inggris di staf kepelatihan, lawan mereka di final Liga Europa, Chelsea justru tidak ada sama sekali. Tim berjuluk The Blues itu memiliki staf kepelatihan yang kesemuanya berasal asal Italia.

Sejak di angkat jadi pelatih Chelsea pada 14 Juli 2018 lalu, mantan pegawai bank ini membawa serta staf kepelatihannya saat melatih Napoli. Ada nama Luca Gotti yang menjabat sebagai asisten pelatih.

Ada juga Marco Ianni dan Massimo Nenci, keduanya sama-sama pernah bekerjasam dengan Sarri di Napoli. Yang menarik, Sarri juga dibantu oleh tiga mantan pemain Chelsea yakni Gianfranco Zola yang memiliki jabatan sama dengan Gotti, serta dua mantan kiper Chelsea, Hilario dan Carlo Cudicini.

Hal sama juga ada di finalis Liga Champions, Liverpool dan Tottenham Hotspur. Di kubu The Reds, Jurgen Klopp menggunakan jasa orang Jerman dan Belanda di staf kepelatihannya.

Di asisten pelatih ada pria Jerman dengan julukan ‘The Eye from Klopp’, Peter Krawietz. Pepijn Lijnders dan John Achterberg jadi duo Belanda di balik layar kehebatan The Reds musim ini.

Hal tak jauh berbeda juga ada di Tottenham Hotspur. Assisten Maurico Pochettino di dominasi oleh orang Spanyol. Di jabatan asisten pelatih ada nama Jesus Perez, eks Espanyol dan Real Murcia, ia sudah bekerja sama dengan Pochettino sejak masih di Southampton.

Lalu ada Toni Jimenez, mantan kiper timnas Spanyol saat meraih emas Olimpiade 1992. Ia juga sempat bermain untuk Atletico Madrid dan Espanyol.

Peran pemain impor

Tidak hanya di staf kepelatihan, peran pemain impor juga sangat besar di balik kehebatan 4 tim Inggris ini tembus ke final kompetisi Eropa.

Di Liverpool, trisula lini depan mereka berasal bukan dari Inggris. Salah-Mane-Firmino jadi salah satu faktor mengapa The Reds begitu menakutkan di Eropa musim ini.

Meski begitu, kehebatan trio lini depan Liverpool tentu tak bisa dilepaskan dari peran satu orang pemain Inggris bernama Jordan Henderson. Pemain berusia 28 tahun ini ialah nyawa bagi permainan Liverpool musim ini.

Ia bahkan bermain dengan kondisi lutut cedera saat Liverpool meraih kemenangan sensasional atas Barcelona di leg kedua semifinal Liga Champions.

Tidak hanya di lini depan, Liverpool juga sangat bergantung pada pemain impor di lini belakang. Alison Becker dan Virgil van Dijk ialah penggawa impor yang membuat The Reds susah di tembus.

Namun jangan lupakan peran dari seorang Trent Alexander-Arnold. Bek kelahiran West Derby, Liverpool, 20 tahun silam ini jadi aktor intelektual saat membungkam Barcelona 4-0 di Stadion Anfield.

Lawan Liverpool di final Liga Champions, Tottenham Hotspur juga memiliki ketergantungan pada pemain impor. Semenjak cederanya Harry Kane, Pochettino praktis sangat mengandalkan Son Heung-min dan Lucas Moura.

Nama terakhir meski berstatus pemain pinjaman dari PSG, mampu jadi pahlawan Spurs saat menyingkirkan Ajax lewat laga dramatis. Peran dari gelandang Denmark, Christian Eriksen plus ketanggungan kiper Prancis, Hugo Lloris juga jadi faktor utama kehebatan Spurs musim ini di Liga Champions.

Kondisi tak jauh berbeda juga da di Arsenal yang andalkan duet bomber impor, Pierre-Emerick Aubameyang dan Alexandre Lacazette. Serta Chelsea yang tergantung pada Eden Hazard.

Di barisan belakang, Arsenal sangat tergantung pada jam terbang kiper veteran asal Ceko, Petr Cech. Sementara Chelsea masih harap-harap cemas dengan penampilan kiper Spanyol, Kepa.

Peran pemain Inggris

Meski keempat finalis kompetisi Eropa secara garis besar sangat tergantung pada pemain impor. Ada juga peran dari pemain asli Inggris ini.

Seperti di sebut di atas, Liverpool memiliki nyawa permainan dari Jordan Henderson dan Trent Alexander-Arnold sebagai seorang full back. Kehebatan permainan dua pemain asli Inggris ini di leg kedua semifinal Liga Champions yang membuat Barcelona tak berkutik.

Sementara di Tottenham Hotspur, Delle Ali jadi pemain Inggris berkontribusi cukup besar selain Harry Kane. Di pertandingan melawan Ajax, Ali tunjukkan kapasitasnya sebagai calon geladang terbaik Inggris di masa mendatang.

Hal sama juga ditunjukkan oleh gelandang Inggris milik Chelsea, Ruben Loftus-Cheek. Golnya dari sudut sempit saat melawan Eintracht Frankfurt jadi bukti peran dari pemain 23 tahun ini di The Blues sangat vital.

Sedangkan di Arsenal, ada gelandang muda berusia 21 tahun, Ainsley Maitland-Niles. Pemain yang sudah mengoleksi 9 caps di Liga Europa musim ini ialah pencetak assist di gol ketiga Aubameyang pada menit ke-69.

Gelandang sayap kelahiran Goodmayes, Inggris ini pada musim 2018/19 cukup mendapat kepercayaan besar dari Emery. Di Liga Inggris musim ini, Maitland-Niles catatkan 16 pertandingan dengan koleksi 1 gol dan 1 assist.

More News on International

Timnas Indonesia Akan Gelar Dua Laga Uji Coba

Aura Messi Bikin Pemain Muda Argentina Minder

Tersangka Kasus Korupsi FIFA Bicara kalau Uang Merusak Sepak…

The post “Barang” Impor di Balik Kejayaan 4 Tim Inggris di Eropa appeared first on Football5star Berita Bola.