Analisis Grup B Liga Champions: Waspadai Dua Kuda Hitam

Football5star.com, Indonesia – Undian babak fase grup Liga Champions mempertemukan Bayern Munich, Tottenham Hotspur, Olympiakos, dan Crvena Zvezda dalam satu Grup B. Di atas kertas, Bayern dan Tottenham berpeluang lolos, meski dua kuda hitam lainnya patut diwaspadai, Jumat (30/8/2019).


Thursday January 01, 1970

Bayern Munich memiliki pengalaman kurang mengenakkan misalnya dengan Crvena Zvezda. Saat Liga Champions masih bernama Piala Champions, tim Jerman ini disingkirkan Crvena Zvezda di babak semifinal musim 1990-91.


Thursday January 01, 1970

Crvena Zvezda yang saat itu diperkuat pemain seperti Sinisa Mihajlovic dan Dejan Savicevic membuat Bayern tak berdaya di leg pertama dan kedua. Di leg pertama, Bayern kalah 1-2 di markas sendiri, sedangkan di leg kedua tim berjulukan Die Roten hanya mampu bermain imbang 2-2.


Thursday January 01, 1970

Catatan Tottenham Hotspur bertemu Zvezda mungkin sedikit lebih baik dibanding Bayern. Spurs terakhir bertemu Zvezda terjadi di UEFA Cup 1972. Bertemu di babak 17 besar, Spurs kalah 0-1 di leg kedua.

Bagaimana dengan catatan wakil Yunani, Olympiakos? Tim besutan Pedro Martins ini memang tak memiliki catatan pertemuan yang cukup baik. Pertemuan terakhir mereka dengan Bayern di Liga Champions 2016 lalu misalnya, 7 gol bersarang ke gawang Olympiakos di dua pertemuan melawan Die Roten.


Thursday January 01, 1970

Keunggulan empat tim

Pertemuan Bayern Munich dan Tottenham di babak Grup B Liga Champions bakal hadirkan persaingan ketat antarkeduanya untuk bisa menjadi juara grup. Pemain Tottenham Son Heung-Min mengatakan bahwa pertandingan melawan Bayern adalah sesuatu yang spesial.

“Pertemuan dengan Bayern akan spesial, karena mereka adalah salah satu tim terbesar di Eropa. Anda selalu antusias untuk bermain di kompetisi ini, melawan tim-tim semacam ini,” kata Son seperti dikutip Football5star.com dari halaman resmi UEFA.

Terkait peluang Spurs untuk bisa singkirikan Bayern dan dua kuda hitam lainnya, Son mengatakan bahwa ia dan rekan-rekannya akan belajar dari pengalaman mereka di musim lalu.

“Kami perlu mengingat dan belajar dari apa yang kami lakukan tahun lalu,” ucap Son.

Group B: Bayern Munich, Tottenham Hotspur, Olympiacos, Red Star #UCLDraw pic.twitter.com/k0YLA4OH1U— B/R Football (@brfootball) August 29, 2019

Ya, jika bicara keunggulan empat tim di Grup B. Tottenham memiliki keunggulan jika bicara pengalaman dan capaian mereka musim lalu. Mampu lolos ke final Liga Champions melawan Liverpool adalah sejarah tersendiri bagi Lilywhites.

Musim ini pelatih Mauricio Pochettino memang tak banyak membongkar pasang timnya. Skuat musim lalu mayoritas masih bertahan di Tottenham Hotspur Stadium.

Hal berbeda justru dilakukan Bayern Munich. Disingkrikan Liverpool di babak 16 besar pada musim lalu membuat tim asuhan Niko Kovac ini berbenah. Di bursa transfer musim panas, Bayern rekrut 8 pemain anyar.

Perekrutan 8 pemain anyar ini tidak sembarangan dilakukan Bayern. Tujuh pemain yang harus tinggalkan Allianz Arena musim lalu digantikan posisinya oleh para pemain anyar plus memperkuat sejumlah posisi yang dianggap rawan di musim lalu.

Masuknya Lucas Hernandez dan Benjamin Pavard jadi solusi jitu Bayern yang kehilangan Mats Hummels. Pun dengan masuknya Philippe Coutinho dan Ivan Perisic bisa jadi pengganti pas untuk Arjen Robben dan Franck Ribery.

Soal peluang lolos Bayern memiliki kans sangat besar. Namun penggawa Bayern, Manuel Neuer, tak mau sesumbar dan percaya kiprah dua hitam lainnya bakal cukup merepotkan.

“Saya pikir perebutan tempat pertama dan kedua milik Tottenham dan kami. Tottenham memiliki tim yang sangat kuat dan mereka membuktikannya di musim lalu. Tapi saya juga menantikan lawan lainnya,” kata Neuer.

Sedangkan untuk dua tim kuda hitam lainnya Zvezda dan Olympiakos. Keduanya musim ini diperkuat dua nama yang memiliki pengalaman bermain di kompetisi Eropa, Mathieu Valbuena di Olympiakos dan Marko Marin di Zvezda.

“Bayern adalah klub kuat seperti Tottenham dan Zvezda. Kami percaya pada kekuatan kami, kami kuat dan cukup optimistis,” kata pemilik Olympiakis Evangelos Marinakis.

Khusus untuk Marin, ia bakal jadi andalan untuk Zvezda mengatasi permainan Bayern. Bermain di Bundesliga selama 8 musim jadi modal untuk winger 30 tahun ini untuk mengatasi permainan Robert Lewandowski dan kawan-kawan.

Kelemahan empat tim

Jika bicara kelemahan dari empat tim di Grup B, masing-masing memiliki perbedaan. Jika kita bicara dua tim terkuat Bayern Munich dan Tottenham, kelemahan keduanya pun berbeda.

Jika menengok kiprah Bayern di dua edisi Liga Champions sebelumnya, kelemahan Bayern bersumber di dua masalah lemahnya sisi sayap dan ketidakmampuan menyelesaikan peluang emas.

Kondisi ini harus bisa ditemukan solusinya oleh Niko Kovac. Kehadiran Coutinho dan Perisic diyakini untuk menyelesaikan dua masalah tersebut. Pun dengan kehadiran Luca Hernandez dan Pavard untuk menutup celah musim lalu di sektor sayap saat melawan Liverpool.

Our @ChampionsLeague Group Tottenham Olympiacos Red Star Belgrade#UCLdraw #packmas #MiaSanMia #FCBayern pic.twitter.com/bRe0lNigmR— FC Bayern English (@FCBayernEN) August 29, 2019

Peluang Bayern lolos dari fase grup tentu sangat besar namun jika lolos dengan susah payah, hal itu akan membuat peluang mereka melangkah lebih jauh di Liga Champions musim ini jadi tanda tanya besar.

Sedangkan bagi Spurs, kelemahan mereka tentu saja persoalan mental juara dan energi untuk bisa tampil lebih maksimal. Hal itu pernah dipersoalkan oleh penggawa Spurs Christian Eriksen di musim lalu saat gagal di final Liga Champions.

Sosok Eriksen pun bisa jadi kelemahan untuk Spurs musim ini. Pemain Denmark ini masih dirumorkan akan hengkang pada bursa transfer musim panas. Pochettino pun beberapa kali mengeluhkan sikap Eriksen yang tak fokus menatap musim ini.

Nah, jika bicara kelemahan dua tim lainnya di grup B, tentu saja jawabannya soal kualitas pemain. Zvezda dan Olympiakos memang memiliki pemain dengan kualitas di bawah rata-rata pemain Bayern dan Tottenham.

The post Analisis Grup B Liga Champions: Waspadai Dua Kuda Hitam appeared first on Football5star Berita Bola.