Analisis Grup E Liga Champions: Cara Liverpool Pertahankan Takhta

Football5star.com, Indonesia – Pengundian Liga Champions musim 2019-20 sudah selesai digelar. Juara bertahan, Liverpool, ditempatkan ke Grup E bersama tiga tim lainnya.


Thursday January 01, 1970

Seperti halnya musim lalu, Liverpool kembali satu grup dengan Napoli. Sementara itu, dua tim lainnya adalah RB Salzburg asal Austria dan KRC Genk perwakilan Belgia.


Thursday January 01, 1970

Musim lalu The Reds harus berjuang hingga detik terakhir di fase grup untuk memastikan diri lolos ke fase gugur. Mereka mengalahkan Napoli lewat gol semata wayang Mohamed Salah. Pada akhirnya anak asuh Juergen Klopp sukses meraih gelar Liga Champions keenamnya.


Thursday January 01, 1970

@ChampionsLeague

Kembali dipertemukan lagi dengan Napoli tentu bukan perkara mudah. Apalagi sang lawan kini sudah punya kekuatan yang jauh lebih mumpuni dari musim lalu.


Thursday January 01, 1970

Hal inilah yang tidak dilakukan klub Premier League itu. Praktis
mereka tidak membeli satu pemain pun. Hanya Sepp van den Berg dan Harvey Elliot
yang masuk sebagai transfer anyar. Tapi keduanya justru masuk ke skuat muda Si
Merah.

Kendati tidak memperbaharui skuatnya, Juergen Klopp sudah menemukan pakem permainan yang ia inginkan. Tanpa pemain baru, dan masih terjaganya ritme permainan tim menimbulkan anggapan bahwa ini sebagai salah satu cara untuk mempertahankan gelar.

Cara ini sempat dilakukan Zinedine Zidane bersama Real Madrid. Ketika merengkuh trofi Si Kuping Besar tiga musim beruntun, ia hampir tidak melakukan aktivitas transfer.

Selain tidak mendapatkan pemain baru, beberapa bintang The Reds musim lalu yang harus menepi karena cedera kini sudah kembali mendapat kepercayaan di tim utama. Alex Oxlade Chambarlain, Adam Lallana, serta Joe Gomez bisa menjadi jalan lain Klopp untuk meramu taktik yang diinginkan.

Jika musim lalu laju Liverpool lolos dari fase grup
terbilang berat karena adanya Paris Saint-Germain dan Napoli, musim ini bisa
dikatakan hanya Il Partinopei saja yang akan menjadi batu sandungan.

Skuat Carlo Ancelotti kian percaya diri menatap Liga Champions musim ini. Kostas Manolas dan Hirving Lozano menjadi bukti keseriusan Napoli untuk mengakhiri kutukan gagal lolos dari fase grup dalam tiga musim terakhir. Bahkan, bisa dikatakan posisi runner-up Grup E sudah berada dalam genggaman Dries Mertens dkk.

Kuda hitam

Satu kuda hitam yang siap mengejutkan di Grup E adalah raksasa baru Austria, RB Salzburg. Walau tidak mampu menembus Liga Champions musim lalu, klub asuhan Jesse Marsch tetap patut diperhitungkan. Terlebih dalam dua musim terakhir mereka selalu mampu melaju ke perempat final Liga Europa.

Satu klub lainnya, Genk, mungkin hanya menjadi tim penghibur
saja. Selain karena ini jadi ajang Liga Champions pertama sejak lima musim
terakhir, status mereka yang berasal dari Belgia menjadi faktor lain. Ya,
wakil-wakil Belgia hampir tidak pernah lolos dari fase grup dalam dua dekade
terakhir.

Melihat faktor-faktor di atas, banyak yang percaya bahwa Liverpool tidak punya hambatan berarti untuk lolos ke fase gugur.

Prediksi peringkat Grup E:

LiverpoolNapoliRB SalzburgGenk

Head to Head

Liverpool vs Napoli: 2 menang, 1 imbang, 1 kalahLiverpool vs RB Salzburg: belum pernah bertemuLiverpool vs Genk: belum pernah bertemuNapoli vs Salzburg: 1 menang, 1 kalahNapoli vs Genk: belum pernah bertemuSalzburg vs Genk: belum pernah bertemu

The post Analisis Grup E Liga Champions: Cara Liverpool Pertahankan Takhta appeared first on Football5star Berita Bola.