Miris! Mantan Artis Cilik Ini Tega Tak Akui Keluarganya yang Pas-pasan

(function ($) {
var bsaProContainer = $(‘.bsaProContainer-29’);
var number_show_ads = “0”;
var number_hide_ads = “0”;
if ( number_show_ads > 0 ) {
setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeIn(); }, number_show_ads * 1000);
}
if ( number_hide_ads > 0 ) {
setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeOut(); }, number_hide_ads * 1000);
}
})(jQuery);


Thursday January 01, 1970

SURATKABAR.ID – Ketenaran seringkali membuat orang gelap mata. Terkadang membuat orang-orang tak mengakui darimana mereka berasal. Seperti halnya seorang mantan artis cilik yang memiliki nama lengkap Ruspita Sari Siahaan atau yang disapa dengan Ruvita Sari. Ia merupakan salah satu bintang iklan di masa kecilnya. Mulai dari Mie Gelas, Energen, sampai dengan Choki choki juga dibintanginya.
Namun namanya cukup tercoreng di masyarakat karena ulahnya sendiri. Bagaimana tidak, ia sempat tidak mau mengakui ibu kandungan sendiri. Dan lebih memilih untuk menganggap ibu angkatnya sebagai ibunya sendiri. Ia bahkan sempat menghilang pada tahun 2012 yang lalu. Kala itu usianya baru 12 tahun dan sudah berani pergi ke Sorong, Papua Barat.
Setelah kurang lebih 2 minggu ia menghilang. Ia tiba di Polda Metro Jaya yang dijemput oleh Tim Resmob Krimun Polda Metro Jaya dari Sorong, Papua. Ia disambut haru oleh Lily, ibu kandungnya dan sejumlah kerabatnya. Namun siapa yang menyangka jika pertemuan tersebut menjadi sumber kesedihan yang mendalam untuk ayah dan ibunya.
Baca juga: Viral Video Warga Mendirikan “Monas” di Kalimantan, Malah Bikin Netizen Ngakak!
Pasalnya bintang iklan ini tak mau mampir ke rumah orang tua kandungnya di Kawasan Cipayung, Jakarta Timur. Ia memilih tingga di kediaman ibu angkatnya yang bernama Maya di Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Karena cukup menghebohkan itulah kasusnya bahkan jadi pusat perhatian media dan Ketua Komisi Nasional, Arist Merdeka Sirait.
Dari pertemuanya dengan Ibu Lily, Arist menyimpulkan jika Vita memiliki obsesi yang besar jadi bintang terkenal. Selama ini ia hanya jadi figuran dan penghasilannya tidak seberapa.


Thursday January 01, 1970

Sehingga tidak seperti yang digembor-gemborkan selama ini jika Vita merupakan tulang punggung. Tulang punggung keluarga adalah ayah Vita yang berprofesi sebagai buruh bengkel kasur dan kakanya operator warnet.
Demi memenuhi obsesinya itulah Vita sampai mengklain dirinya menjadi anak dari seseorang yang lebih mapan.
(function ($) {
var bsaProContainer = $(‘.bsaProContainer-7’);
var number_show_ads = “0”;
var number_hide_ads = “0”;
if ( number_show_ads > 0 ) {
setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeIn(); }, number_show_ads * 1000);
}
if ( number_hide_ads > 0 ) {
setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeOut(); }, number_hide_ads * 1000);
}
})(jQuery);


Thursday January 01, 1970