Ngeri! Pengalaman Mistis Tim India Saat Syuting Film di Indonesia, Ada Suara Aneh yang Bikin Merinding

SURATKABAR.ID – Proses syuting film oleh tim Madhuram Pictures, Chennai – India, di sejumlah tempat wisata di Indonesia pada April 2019 lalu berjalan dengan lancar hingga akhir. Dan saat ini film yang rencananya akan diberi judul Vaahzl ini tengah dalam proses post production di India sana.
(function ($) {
var bsaProContainer = $(‘.bsaProContainer-29’);
var number_show_ads = “0”;
var number_hide_ads = “0”;
if ( number_show_ads > 0 ) {
setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeIn(); }, number_show_ads * 1000);
}
if ( number_hide_ads > 0 ) {
setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeOut(); }, number_hide_ads * 1000);
}
})(jQuery);


Thursday January 01, 1970

Kegiatan syuting yang mengambil lokasi di Goa Jomblang, Yogyakarta, Air Terjun Tumpak Sewu, Air Terjun Kapas Biru, Bromo, Jawa Timur, Pulai Komodo, Labuan Bajo, Air Terjun Sekumpul Bali dan sekitarnya ini berlangsung dalam kurun 3 hingga 12 April 2019.
Totalnya ada 16 personel dari India, dan 18 pendamping dari Indonesia. Film ini disutradarai oleh salah satu nama terkenal di India, Arun Prabu Purushothaman, yang pada tahun lalu berhasil masuk nominasi Best Director, Filmfare Award South, Tamil untuk garapannya, Aruvi, yang diproduksi tahun 2017.
Meski proses syuting telah rampung beberapa waktu yang lalu, namun siapa sangka ada kisah aneh serta menegangkan yang masih membekas di benak masing-masing anggota tim. Mulai dari kejadian yang disebabkan oleh kondisi alam, hingga yang tak dapat dijelaskan secara akal sehat.
Baca Juga: Hiii! Beginilah Pengalaman Mistis Tempat Syuting Ratu Horor Suzanna Zaman Dulu yang Ditangkap
Salah satunya ketika mereka melakukan syuting di Tumpak Sewu, Lumajang, Jawa Timur. Hal tersebut diungkapkan oleh produser dari Ipsfixer Bali, Putu Suzy Erlina, yang mendampingi prosesi pengambilan gambar tersebut.
“Saat kita di sungai di bawah air terjun, tiba-tiba air sungai meluap, semua anggota tim naik ke jembatan darurat, jembatan lalu patah,” ungkapnya, pada Selasa (27/8) kemarin, seperti yang dikutip dari laman Liputan6.com, Rabu (28/8/2019).


Thursday January 01, 1970

Akhirnya seluruh anggota tim pun harus berjuang untuk menyelamatkan diri hanya dengan menggunakan tali tambang. Satu per satu, mereka bergantian meniti tambang menuju titik yang aman. Beruntung tidak ada seorang pun yang celaka dalam insiden tersebut.
Masih ada insiden aneh lain yang mewarnai kegiatan mereka. Yakni ketika proses syuting di Gunung Bromo, Jawa Timur. “Saat itu kondisi Gunung Bromo agak batuk-batuk dan mengeluarkan hujan abu tipis,” ujar Jero, sapaan akrab Putu Suzy Erlina.
(function ($) {
var bsaProContainer = $(‘.bsaProContainer-7’);
var number_show_ads = “0”;
var number_hide_ads = “0”;
if ( number_show_ads > 0 ) {
setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeIn(); }, number_show_ads * 1000);
}
if ( number_hide_ads > 0 ) {
setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeOut(); }, number_hide_ads * 1000);
}
})(jQuery);


Thursday January 01, 1970

Jero mengungkapkan pada saat itu ada seorang anggota tim yang mengaku dipanggil-panggil olehnya. Yang bersangkutan sebenarnya sudah merasakan kejanggalan. Pasalnya ketika itu posisi Jero sendiri sangat jauh. Jadi tidak mungkin ia memanggilnya.
“Saat itu saya ke hotel mengambil peralatan,” tutur Jero.
Keanehan juga terlihat dari nada suara yang tak biasa. “Merdu mendayu-dayu seperti terbawa hembusan angin.”
Akhirnya ketika ditanyakan oleh anggota tim, sang pemilik suara misterius tersebut mengaku Puteri dari Raja Majapahit Bhre Kerthabumi atau Brawijaya V, yang konon katanya bertapa dan moksa diri di Gunung Bromo.
Namun, terlepas dari kejadian-kejadian aneh tersebut, ungkap Jero, tim dari India mengaku dibuat sangat terpukai dengan lokasi-lokasi yang digunakan dalam syuting tersebut. “Mereka semua excited dengan keindahan alam Indonesia,” tutur Jero bangga.
Kegiatan syuting di Indonesia ini, diharapkan Jero dapat sekaligus mengangkat citra pariwisata Nusantara di kancah internasional, setidaknya di India. Karena media film memang sangat strategis di India.