Demi Mirip Jimin BTS, Pria Ini Nekat Oplas Sampai Belasan Kali

(function ($) {
var bsaProContainer = $(‘.bsaProContainer-29’);
var number_show_ads = “0”;
var number_hide_ads = “0”;
if ( number_show_ads > 0 ) {
setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeIn(); }, number_show_ads * 1000);
}
if ( number_hide_ads > 0 ) {
setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeOut(); }, number_hide_ads * 1000);
}
})(jQuery);


Thursday January 01, 1970

SURATKABAR.ID – Memiliki wajah rupawan seperti idol Kpop siapa yang tak mau. Wajah putih mulus, memiliki suara bagus, tidak salah jika penggemarnya banyak. Tidak sedikit pula mereka yang menjadi inspirasi bagi penggemar. Tak hanya lagu-lagunya, namun wajahnya juga.
Seperti halnya kasus seorang pria asal Inggirs yang bernama Oli London yang menginginkan wajah mirip Jimin BTS. Ia sudah tergila-gila dengan BTS sejak tahun 2013, saat tinggal di Korea. Dan ia mengaku bergitu terpikat dengan sosok itu. Karena itulah ia tak segan-segan mengeluarkan banyak uang supaya mirip dengan idolanya tersebut.
Yup, pria berusia 29 tahun ini rela melakukan banyak operasi plastik sebanyak 15 kali. Pertama kali melakukan operasi pada Oktober 2018 dan diketahui menghabiskan dana fantastis. Oli London menghabiskan banyak uang untuk implan dagu, merubah bentuk kelopak mata, sedot lemak, dan lain-lain.
Baca juga: Nggak Hanya Orang Indonesia yang Ketipu Viralnya Ibu-ibu Rebutan Rendang, Malaysia Juga!
Total uang yang dikeluarkannya mencapai Rp2,2 miliar.


Thursday January 01, 1970

“Saya ingin terlihat seperti bintang KPop. Saya ingin seluruh tampilan saya terlihat seperti Jimin. Dia benar-benar idola KPop bagiku,” ungkapnya, dilansir dari Suara.com


Thursday January 01, 1970

Tidak hanya wajahnya saja, ia juga mengganti style, rambut, dan semuanya supaya mirip dengan idolanya tersebut. Ia bahkan tak segan menghabiskan banyak uang untuk membeli baju yang serupa dengan idolanya.
(function ($) {
var bsaProContainer = $(‘.bsaProContainer-7’);
var number_show_ads = “0”;
var number_hide_ads = “0”;
if ( number_show_ads > 0 ) {
setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeIn(); }, number_show_ads * 1000);
}
if ( number_hide_ads > 0 ) {
setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeOut(); }, number_hide_ads * 1000);
}
})(jQuery);

(function ($) {
var ads = “0”;
if ( ads > 0 ) {
var bsaPopupWrapperBg = $(“.bsaPopupWrapperBg-33”);
var bsaPopupWrapper = $(“.bsaPopupWrapper-33”);
var bsaBody = $(“body”);
if (bsaPopupWrapper.hasClass(‘bsaClosed’) == false) {
setTimeout(function () {
bsaBody.css({
“overflow”: “hidden”,
“height”: ( bsaBody.hasClass(“logged-in”) ) ? $(window).height() – 32 : $(window).height()
});
bsaPopupWrapper.appendTo(document.body).removeClass(“bsaHidden”).addClass(“animated fadeIn”).fadeIn();
bsaPopupWrapperBg.appendTo(document.body).removeClass(“bsaHidden”).addClass(“animated fadeIn”).fadeIn();
}, 3000);
}
$(document).ready(function () {
var bsaPopupClose = $(“.bsaPopupClose-33”);
bsaPopupClose.click(function () {
bsaBody.css({“overflow”: “visible”, “height”: “auto”});
bsaPopupClose.addClass(“animated zoomOut”);
bsaPopupWrapper.removeClass(“fadeIn”).addClass(“animated fadeOut bsaClosed”).fadeOut();
bsaPopupWrapperBg.removeClass(“fadeIn”).addClass(“animated fadeOut”).fadeOut();
});
var number_close = “15”;
var number_show = “0”;
if ( number_close > 0 ) {
bsaPopupWrapperBg.removeClass(‘animated’);
bsaPopupWrapper.removeClass(‘animated’);
setTimeout(function () {
bsaPopupWrapperBg.fadeOut();
bsaPopupWrapper.fadeOut();
}, number_close * 1000);
}
if ( number_show > 0 ) {
if ( number_show == 1000 ) {
bsaPopupClose.remove();
} else {
bsaPopupClose.hide();
setTimeout(function () {
bsaPopupClose.fadeIn();
}, number_show * 1000);
}
}
});
}
})(jQuery);


Thursday January 01, 1970