Heboh Makan Gurita Hidup seperti Ria Ricis, Berisiko Kematian Jika Tidak Tahu Trik Ini

SURATKABAR.ID – Belum lama ini YouTuber muda Tanah Air, Ria Ricis menciptakan kehebohan dengan mengunggah sebuah video yang berisi pengalamannya menyantap gurita hidup yang masih terlihat bergerak-gerak ketika berkunjung ke Korea.
(function ($) {
var bsaProContainer = $(‘.bsaProContainer-29’);
var number_show_ads = “0”;
var number_hide_ads = “0”;
if ( number_show_ads > 0 ) {
setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeIn(); }, number_show_ads * 1000);
}
if ( number_hide_ads > 0 ) {
setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeOut(); }, number_hide_ads * 1000);
}
})(jQuery);


Thursday January 01, 1970

Video tersebut, dilansir dari laman Kompas.com pada Minggu (1/9/2019), diberi judul ‘PERTAMA KALI MAKAN GURITA Hidup! MUKBANG KOREA tersiksa!’ dan ditayangkan pada akhir bulan lalu, tepatnya pada 22 Agustus 2019.
Dalam video tersebut, terdengar Ricis berulang kali menyebutkan bahwa gurita yang ia makan benar-benar dalam kondisi hidup.
Aksi tersebut rupanya menuai kecaman dari komunitas pecinta satwa, Garda Satwa. Melalui akun Instagram @gardasatwafoundation, mereka menyebut bahwa konten yang diunggah Ria Ricis mengandung unsur kekerasan pada hewan.
Baca Juga: Jawab Tantangan Makan Kelabang dan Tokek Hidup-Hidup, Begini Akhir Live Streaming Vlogger Terkenal Ini
Tak berselang lama, Ricis mengeluarkan klarifikasi. Ia mengatakan bahwa gurita yang dimakannya dalam video tersebut sebenarnya sudah dalam kondisi mati.
Gurita terlihat masih bergerak karena adanya pengaruh dari garam dan juga bumbu-bumbu lain sehingga otot gurita tersebut bereaksi.
Namun tahukah Anda jika memakan gurita yang masih dalam kondisi bergerak atau hidup seperti itu tidaklah disarankan karena sangat berbahaya bagi kesehatan.
Seperti yang dikutip Kompas dari laman INSIDER, tak sedikit kasus kematian berawal dari makan gurita yang masih bergerak.
“Itu (memakan gurita hidup atau bergerak) tidak direkomendasikan. Ada bahaya tersedak terutama dari pengisap atau tentakel yang tersangkut di bagian dalam tenggorokan. Ini akan menyebabkan penyumbatan,” ujar penulis sekaligus ahli gizi, Jenny Tschiesche kepada INSIDER, Minggu (1/9).
(function ($) {
var bsaProContainer = $(‘.bsaProContainer-7’);
var number_show_ads = “0”;
var number_hide_ads = “0”;
if ( number_show_ads > 0 ) {
setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeIn(); }, number_show_ads * 1000);
}
if ( number_hide_ads > 0 ) {
setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeOut(); }, number_hide_ads * 1000);
}
})(jQuery);


Thursday January 01, 1970

Pada April 2010 lalu, ia mengungkapkan, seorang wanita Korea Selatan kehilangan kesadaran dan berhenti bernapas usai sebelumnya mengonsumsi gurita hidup. Berselang 16 hari setelah itu, wanita ini meninggal dunia di rumah sakit.
Meski diklaim berbahaya, Tschiesche menambahkan, Anda tetap bisa memakan gurita hidup dengan aman jika mengetahui tekniknya.
“Misalnya seperti dalam video dari seri Vice’s Munchies yang menjelaskan bagaimana koki memasak dan menyiapkan gurita sehingga pelanggan yang memakannya tidak tersedak sampai mati,” ujarnya.
Kepala koki Kim Sang Jin menjelaskan, agar aman ketika memakan gurita hidup, pertama-tama Anda harus memegang kepala giruta kemudian meremas tentakel ke bawah. Ini bertujuan untuk mengeluarkan lendirnya.
Jika Anda melakukan ini, maka gurita tersebut tidak akan balik menyerang Anda.
Mengonsumsi gurita dalam kondisi hidup ternyata sangat bagus untuk kesehatan karena dapat meningkatkan kadar gula darah. Disebutkan Kim Sang, di dalam gurita hidup terkandung taurin yang sangat murni.
“Tetapi jika kau mencoba memakan potongan besar, itu bisa tersangkut di tenggorokanmu. Dan saat itulah kamu mengalami kecelakaan dan mati,” tandas Kim Sang.


Thursday January 01, 1970