Editorial: Football is Coming Home (Again)?

Irawan Dwi Ismunanto (Editor in Chief Football5star.com)

Churchill Downs Acquires Majority Stake in Rivers Casino Des Plaines
Thursday November 01, 2018

Churchill Downs acquires “crown jewel of Illinois gaming” in latest acquisition deal within the US land-based casino space Gambling company Churchill Downs Incorporated announced on Wednesday that it has reached an agreement to buy a majority stake in Rivers Casino Des Plaines in Des Plaines, Illinois. The transaction involves Churchill Downs’ acquisition of “certain of

The post Churchill Downs Acquires Majority Stake in Rivers Casino Des Plaines appeared first on W88club.

Sepak bola Inggris merasakan puncak euforia pada 2019. Keberadaan Liverpool, Tottenham Hotspur, Chelsea, dan Arsenal, di partai final dua kompetisi paling bergengsi di Eropa, Liga Champions dan Liga Europa, membuat Inggris membusungkan dada. “Football is coming home!”, kata mereka.


Thursday January 01, 1970

Bukan tanpa alasan masyarakat Inggris, khususnya kalangan suporter dari keempat klub tersebut, menganggap dua all English final sebagai bukti sahih kehebatan sepak bola Inggris. Pasalnya, selama beberapa tahun terakhir, Inggris memang merasakan cukup banyak dilimpahi nikmat kejayaan.

Opinion: Spurs will strike gold if Mourinho can hijack deal from rival club for 12-cap int'l
Friday January 17, 2020

Opinion: Spurs will strike gold if Mourinho can hijack deal from rival club for 12-cap int'l – originally posted on Sportslens.com According to reports from The Athletic, Arsenal are in advanced talks over the signing of Paris Saint-Germain left-back Layvin Kurzawa. The 27-year-old will be a free agent when his contract expires in the summer, but

The post Opinion: Spurs will strike gold if Mourinho can hijack deal from rival club for 12-cap int'l appeared first on 138bet.

Tengok saja ketika timnas Inggris level usia muda mampu menjuarai Piala Dunia U-17 dan U-20 pada 2017 silam. Tak mau kalah dengan adik-adiknya, timnas senior Inggris pun meraih prestasi bagus pada Piala Dunia 2018. Meski tak mampu juara, keberhasilan menembus semifinal dinilai sebagai hal yang membanggakan.

Sampai akhirnya, kebanggaan masyarakat Inggris mencapai puncak saat empat klub menghadirkan All English final di Liga Champions dan Liga Europa. Citra miring sepak bola Inggris perlahan tereduksi. Kini, klaim bahwa Inggris sekadar memanfaatkan kolonialisme untuk mengeruk popularitas sebagai kiblat sepak bola, tak lagi mendasar.

Majority of New Gambling Accounts in Sweden Registered with International Operators, Report Finds
Wednesday October 17, 2018

Off-shore gambling operators have proved particularly popular with Swedish gamblers over the past year Accounts registered with international online gambling operators represent 60% of all online gambling registrations made over the past 12 months in Sweden, local consultancy firm Mediavision reported earlier today. The firm also found that nearly 60% of all Swedes aged between

The post Majority of New Gambling Accounts in Sweden Registered with International Operators, Report Finds appeared first on W88club.

Musim ini, semangat tak kalah tinggi masih digaungkan tim-tim asal Inggris. Geliat klub-klub raksasa di Italia, Spanyol, hingga Jerman, tak dijadikan penghalang. Inggris masih bersemangat untuk menyenandungkan “Football is coming home (again)” di pentas Eropa.

Irasionalitas Klub-klub Inggris di Liga Champions

Skysports

Lalu, dari mana klub-klub Inggris mendapatkan semangat dan keyakinan tinggi itu? Jika ditelurusi lebih mendalam, hal tersebut berawal dari irasionalitas masyarakat Inggris. Dibanding negara lain di Eropa seperti Italia dan Prancis, Inggris termasuk tertinggal dalam pemikiran tentang rasionalitas.

Ketertinggalan Inggris tak lepas dari beragam faktor. Salah satunya keberadaan tokoh pemikir rasional. Prancis memiliki Rene Descartes yang memengaruhi pola pikir masyarakatnya. Italia bahkan punya Niccolo Machiavelli yang terkenal sangat memperhitungkan apa pun. Namun, Inggris hampir tidak punya.

Irasionalitas masyarakat Inggris juga tergambar dari sejumlah literatur sastra populer dalam budaya Anglo Saxon. Sebut saja dua kisah mengenai Beuwulf dan King Lacer. Dua cerita itu diakhiri dengan kematian tragis, tapi masyarakat Inggris sangat menyukainya.

Dalam sepak bola, irasionalitas orang Inggris tergambar dalam semangat tanding yang tinggi. Tim-tim asal Inggris tidak senang berhitung. Mereka cenderung melakukannya saja. Mereka tidak takut kalah dan akan menerimanya secara sportif jika memang telah berusaha maksimal. Tak heran Liverpool dan Tottenham mampu membuat comeback irasional pada laga semifinal Liga Champions 2018-2019 melawan Barcelona dan Ajax.

Independent.co.uk

Kalau jeli mengamati, kita mungkin bisa meyakini bahwa comeback sensasional yang dilakukan klub-klub Inggris bukan sebuah kebetulan. Tim dari Inggris mampu melakukannya karena dikenal memiliki semangat pantang menyerah. Tengok saja bagaimana Manchester United melakukannya pada final 1998-1999, atau Liverpool pada final 2004-2005.

“Di Inggris, mungkin karena berada di kepulauan, mereka lebih seperti pejuang yang bersemangat. Mereka memandang pertandingan bagaikan duel pada masa lalu, sebuah pertarungan hingga mati. Ketika orang Inggris berperang, dia akan pulang dengan kemenangan atau menjadi mayat,” pengakuan mantan Manajer Arsenal Arsene Wenger.

Sikap seperti itu sangat penting artinya dalam olahraga seperti sepak bola. Itu akan membuat mereka tak kenal kata menyerah. Semangat itu pula yang akan kembali diusung klub-klub Inggris di kompetisi antarklub Eropa musim 2019-2020, khususnya Liga Champions. Jadi, bisakah football is coming home (again)?

The post Editorial: Football is Coming Home (Again)? appeared first on Football5star Berita Bola.